Bantu Pembudidaya Ikan, Mahasiswa Prodi Sistem Komputer ini Ciptakan Sistem Monitoring Air pada Budikdamber Berbasis IoT

Bantu Pembudidaya Ikan, Mahasiswa Prodi Sistem Komputer ini Ciptakan Sistem Monitoring Air pada Budikdamber Berbasis IoT

1
<
>

BANDARLAMPUNG – Mahasiswa Prodi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Ade Septian, melakukan penelitian akhir studi dengan menciptakan sistem monitoring kekeruhan dan ketinggian air pada budidaya ikan dalam ember (budikdamber) berbasis Internet of Things (IoT), Jumat (10/9/2021).

Ade Septian memeragakan alat yang dibuatnya dihadapan kedua penguji Novi Herawadi Sudibyo S.Kom., M.T.I. dan Lia Rosmalia S.T., M. Kom., dalam sidang akhir studi.  Ade-biasa dia disapa-dapat mempertahankan karya yang telah dibuatnya dihadapan penguji.

Ade menuturkan pembuatan sistem monitoring bertujuan membantu pembudidayaan ikan dalam ember yang dilakukan oleh anak-anak panti asuhan dengan lebih mudah. Diharapkan hal itu dapat meningkatkan kualitas ikan yang dibudidaya tersebut.

“Penelitian ini menggunakan smartphone sebagai alat untuk monitoring, sehingga dapat dilakukan pengawasan dari berbagai tempat selama memiliki koneksi jaringan internet yang lebih dikenal dengan teknologi IoT,” ujarnya.

Untuk kerja alat ini, lanjut Ade, dengan mengaktifkan pompa untuk mengganti (membuang dan mengisi) air dalam ember. Ketika sensor mendeteksi kekeruhan air di atas normal maka air akan dibuang dan akan diisi kembali jika sensor mendeteksi tinggi air pada level rendah.

“Pompa akan mati secara otomatis jika level ketinggian air sudah berada pada level normal. Selanjutnya, perubahan yang terjadi pada ember dapat dilihat dengan menggunakan smartphone yang ID-nya telah terdaftar pada sistem,” terangnya.

Sementara, Nurfiana, S. Kom., M. Kom. (dosen pembimbing), mengatakan penelitian Ade merupakan jawaban atas masalah yang muncul pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen bersama mahasiswa.

“Pada pengabdian tersebut ditemui masalah yang dihadapi oleh anak panti asuhan dalam budikdamber, yaitu kurangnya pengawasan dalam proses budikdamber. Hal ini disebabkan karena aktivitas anak panti yang padat, sehingga terkadang tidak sempat mengawasi secara terus menerus kondisi air pada budikdamber terutama ketika penggantian air,” ungkapnya.

Ketua Prodi Sistem Komputer ini juga menyatakan bahwa penelitian ini sangat bermanfaat bagi pengelola budikdamber. “Harapannya ke depan sistem ini dapat dikembangkan sehingga dapat digunakan oleh para petani tambak yang lebih besar lagi,” tandasnya. (**)

five + fifteen =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =