Bidik Misi Darmajaya, 90 Calon Mahasiswa Antusias Jalani Tes Wawancara

Bidik Misi Darmajaya, 90 Calon Mahasiswa Antusias Jalani Tes Wawancara

<
>

Bandar Lampung – Sebanyak 90 calon mahasiswa jalur beasiswa Bidik Misi Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya tampak antusias mengikuti tes wawancara yang digelar di Kampus Darmajaya, 15-16 Agustus 2016. Mereka merupakan peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi berkas.

Salah satu peserta, Ahmad Riansyah mengaku lega telah menjalani tes wawancara. Ia mengaku sangat tertarik dengan pelajaran ilmu komputer dan ingin kuliah di Darmajaya sebagai perguruan tinggi yang unggul dibidang IT (information and technology). Besar harapannya, bisa lolos seleksi wawancara dan menjadi mahasiswa Darmajaya jalur beasiswa bidik misi.

“Saya ingin sekali kuliah di Darmajaya jurusan Teknik Informatika, namun ayah saya yang bekerja sebagai buruh tani memiliki keterbatasan biaya untuk membiayai kuliah. Semoga saya bisa lolos beasiswa bidik misi untuk bisa kuliah dan membanggakan keluarga,” harap siswa yang pernah menjuarai lomba bulu tangkis pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Pesawaran ini.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Pemasaran Darmajaya, Dedi Putra, SE., MS.Ak mengatakan proses wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengecek kebenaran data yang dilampirkan calon penerima beasiswa Bidik Misi.

“Beasiswa Bidik Misi merupakan peluang bagi calon mahasiswa cerdas, dan berprestasi yang berasal dari kalangan ekonomi kurang mampu untuk bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Tentu kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan terus meningkatkan prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik,” ujarnya.

Pada tes wawancara, para peserta didampingi oleh orang tuanya dengan tujuan agar orang tua juga mengetahui hak dan kewajiban mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Dedi menambahkan, salah satu komitmen mahasiswa peraih bidik misi yakni mampu mempertahankan indeks prestasi (IP) minimal 3,00.

“Selain itu mahasiswa bidik misi juga diharapkan bisa berpartisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan, penelitian, dan kewirausahaan. Beasiswa bidik misi berlaku untuk 4 tahun (8 semester) bagi S1 dan 3 tahun (6 semester) bagi D3. Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka beasiswa bisa dicabut sewaktu-waktu. Untuk itu penting adanya pengawasan dan dukungan dari para orang tua mahasiswa bidik misi,” terangnya.

Dedi mengungkapkan, pendaftar Bidik Misi Darmajaya tahun ini tidak hanya berasal dari Lampung tetapi juga dari luar Lampung seperti Jakarta, Jambi, dan Medan. Melalui beasiswa ini, dia berharap bisa membuka kesempatan bagi generasi bangsa dari golongan ekonomi rendah untuk bisa melanjutkan kuliah bagi yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata.

“Tak hanya beasiswa Bidikmisi, kami menyediakan banyak beasiswa lainnya, seperti PPA untuk mahasiswa berprestasi, BBM untuk mahasiswa tidak mampu dan beasiswa lainnya dari internal Darmajaya. Bahkan, tahun ini IBI Darmajaya juga menyediakan beasiswa keluar negeri. Mudah-mudahan dengan adanya beasiswa ini, pendidikan tingkat perguruan tinggi bisa menyentuh semua kalangan, termasuk masyarakat tidak mampu,” katanya. (*)

Apakah berita ini menarik?