Boy Candra dan Ikram Afro Ajak Mahasiswa/i Berpikir Kreatif dengan Menulis dan Membuat Video

Boy Candra dan Ikram Afro Ajak Mahasiswa/i Berpikir Kreatif dengan Menulis dan Membuat Video

1 2
<
>

BANDARLAMPUNG – Stadium General Minat Bakat 2019 Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dengan tema Creative Milenial Di Era Industri Digital dihadiri ribuan mahasiswa di Gedung Sumpah Pemuda Sabtu, (7/12/19).

Content Creator Ikram Afro mengatakan sebelum menjadi terkenal dirinya beberapa kali mendapatkan sindiran dan nyinyiran. “Semuanya itu proses dan sampai saat ini saya berada di tengah kalian menjadi pembicara juga merupakan proses,” ungkapnya.

Tidak langsung menjadi terkenal dengan nama Ikram Afro. “Tahun 2011 mulai membangun nama Ikram Afro yang dimulai dari salah satu stand comedy Raditya Dika bahwa dengan gadget sudah dapat menghasilkan uang,” cerita dia.

Alumni IIB Darmajaya ini menerangkan bahwa perkataan Raditya Dika yang membuatnya termotivasi untuk tetap membuat video dengan seadanya. “Dulu tidak ada kamera dan hanya menggunakan handphone yang tidak bagus kualitasnya. Meskipun mendapatkan ejekan dan sindiran tetapi setelah viral mereka menjilat ludahnya sendiri minta masuk dalam video,” ujarnya.

Apa yang dilakukan hari ini menjadi cerminan masa depan. “Jadi kita harus lakukan dari sekarang atau mulai untuk menjadi sukses ke depan. Karena kalau tidak dilakukan sekarang menjadi apa yang dituai di masa depan,” tuturnya.

Penulis Best Seller Boy Chandra menambahkan untuk memulai menulis dirinya juga melakukan riset. “Misalnya kalian ingin menulis tentang panjat tebing harus mengetahui apa saja digunakan untuk memanjat dan peralatannya,” ungkapnya.

Fiksi, kata dia, harus bisa melogikakan apa yang dituliskan kepada pembaca. “Menulis itu seperti menjalin hubungan dan kamu harus dapat menentukan target berapa lama selesainya,” ujarnya.

Sekarang sudah lebih mudah untuk menerbitkan sebuah buku dengan biaya sendiri dapat dilakukan. “Cetak sendiri, jual sendiri dan promosi sendiri. Jangan pernah sulit dalam memulai menulis karena menulis akan mengasahmu menjadikan tulisan menjadi baik,” imbuhnya.

Sebelumnya juga Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Sekretaris Balitbangda Provinsi Lampung Dr.Sukismanto Aji mengatakan mahasiswa harus memiliki karakter moral, berintegritas tinggi, dan kapasitas intelektual. “Harus memiliki inovasi dalam merengkuh prestasi di kancah internasional. Pemerintah Provinsi Lampung mendukung program anak muda dalam bentuk anak muda berjaya,” ungkapnya.

Terlebih dalam era globalisasi yang menuntut dalam pembangunan daerahnya. “Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh pendidikan dari anak mudanya. Saya harap adik-adik dapat memanfaatkan teknologi dengan baik sesuai dengan kemampuan dan peningkatan kompetensi dengan baik sebagai kaum intelektual muda,” ujarnya.

Plt Rektor IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa di Era Generasi Z ini tidak bisa lagi berpangku dengan kompetensi yang dimiliki saat ini. “Ini penting baik di bidang ekonomi, komputer, maupun teknologi. Yang sukses kedepan adalah orang-orang yang mampu menangkap gelombang yang ada di lingkungan baik yang dekat maupun jauh. Mereka akan menjadi leader dan pimpinan baik dari era dahulu maupun sekarang,” ucapnya.

Orang yang sukses, kata dia, yang memiliki kreativitas yang tinggi. “Orang yang kreatif adalah orang yang mampu menangkap peluang dalam lingkungannya. Di Era kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini menekankan orang yang kreatif merupakan yang bisa memimpin dalam era sekarang ini,” tuturnya. Hal ini juga ditunjukkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru merupakan orang yang kreatif. “Mas

Menteri (Nadiem Anwar Makarim) merupakan orang kreatif menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan. Kedepan adalah generasi yang harus tumbuh adalah generasi yang kreatif. Kami berharap anak-anak semua bisa menangkap peluang dengan kreativitas-kreativitas kalian semua. Menjadikan Bandar Lampung nomor satu di Indonesia,” imbuhnya.

Muprihan berharap kegiatan ini juga memberikan motivasi kepada mahasiswa/i. “Kalian semua mendapat pengalaman dan hikmah dari Boy Candra dan Ikram Afro. Bagaimana mereka bisa kreatif dan sukses,” tutupnya. (**)

seven − 3 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + nine =