Dosen Akuntansi IIB Darmajaya Beri Kuliah Mahasiswa UUM di Malaysia

Dosen Akuntansi IIB Darmajaya Beri Kuliah Mahasiswa UUM di Malaysia

<
>

BANDARLAMPUNG – Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi dosen tamu di Universiti Utara Malaysia (UUM) Kamis, (26/9/19). Anik Irawati, S.E., M.Sc., menyampaikan materi “Accountant In Era Industrial Revolution 4.0” dihadapan mahasiswa/i Tunku Puteri Intan Safinaz School of Accountancy (TISAA-UUM).

“Kemampuan personal yang dibutuhkan saat ini adalah orang mampu pemecahan masalah yang kompleks. Selanjutnya orang yang memiliki keterampilan sosial dan proses. Lebih jauh lagi, orang yang memiliki kemampuan keterampilan sistem dan kemampuan kognitif,” ungkapnya.

Pada dunia akuntansi saat ini, seorang akuntan adalah technical skills (memproses data, ilmu statistik, dan visualisasi), business understanding skills, dan soft skills (komunikasi, berpikir kritis, percobaan, mempertanyakan) . “Era Revolusi Industri 4.0 saat ini, beberapa model bisnis dan ketenagakerjaan di Indonesia telah dipengaruhi oleh arus digitalisasi. Contohnya toko konvensional mulai digantikan oleh pasar online dan taksi tradisional serta ojek sudah mulai digantikan oleh moda transportasi online,” tuturnya.

Ketua Jurusan Akuntansi ini mengatakan hubungan seorang akuntan dengan teknologi sangat penting. “Banyak sumber daya yang dibutuhkan dalam bisnis tapi tidak banyak Sumber Daya Manusia termasuk staf akuntansi yang juga memahami penggunaan teknologi. Kini banyak pengembangan perusahaan baru berbasis kantor/toko virtual dan cara menjual produk dan layanan dengan cara melalui pasar online,” bebernya.

Anik menerangkan bahwa pentingnya cloud computing dan big data dalam era globalisasi yakni peraturan pajak, pelaporan perusahaan, peraturan pelaporan dapat terintegrasi. “Pada implementasinya, aplikasi seluler dapat mengakses data akuntansi/bisnis dari ponsel, tablet, atau ponsel cerdas dengan koneksi internet,” tuturnya.

Dia menuturkan akuntan saat ini harus mampu menggunakan teknologi. “Chief Financial Officer harus memahami teknologi bukan hanya manajemen keuangan. Jika tidak menggunakan teknologi, akuntan akan ketinggalan. Audit laporan keuangan akan didasarkan pada real-time. Regulator dan auditor langsung menarik data secara otomatis dari sistem dan sensor yang melekat pada kegiatan operasional,” urainya.

Jika akuntan bukan ahli dalam informasi, maka profesi lain dapat mengambil alih fungsi akuntan. “Yang dibutuhkan saat ini akuntan yang ahli di bidang penyedia informasi keuangan, informasi teknologi karena informasi merupakan kebutuhan pokok,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Rektor IV IIB Darmajaya, Prof. Dr. Ir. RA Bustomi Rosadi, M.S., mengatakan selalu mendorong untuk akademisi IIB Darmajaya menjadi pembicara dan dosen tamu dalam membagikan ilmunya. “Karena dengan menunjukkan kepakarannya sesuai dengan keilmuan masing-masing, membuktikan bahwa pengajar IIB Darmajaya juga diakui oleh dunia luar,” ucapnya.

Prof Bustomi –biasa dia disapa – meminta agar sebagai pengajar dosen juga harus melakukan pengabdian masyarakat. “Menjadi dosen tamu juga bagian dalam menjalani Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai insan akademis,” tutupnya. (**)

16 + twelve =

*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 3 =