Dosen Darmajaya Ciptakan Aplikasi Pengenal Wajah Pelaku Tindak Kejahatan

Dosen Darmajaya Ciptakan Aplikasi Pengenal Wajah Pelaku Tindak Kejahatan

Bandar Lampung – Maraknya aksi kejahatan yang terjadi belakangan ini di Provinsi Lampung, membuat Muhammad Said Hasibuan, M.Kom., MTA., CIBIA berinisiatif untuk merancang aplikasi pengenal wajah pelaku tindak kejahatan.

Pada peristiwa kriminalitas, dimana pelaku terlihat oleh saksi mata atau Close Circuit Television (CCTV) namun melarikan diri. Maka biasanya aparat akan meminta bantuan orang yang pandai melukis untuk membuat sketsa wajah pelaku. Dengan menggunakan aplikasi ini, sketsa wajah kemudian discan serta dicocokan dengan database di kepolisian untuk mengenali dan menentukan beberapa foto wajah disertai nama yang dicurigai sebagai pelaku.

“Melalui aplikasi ini, sketsa wajah yang diduga pelaku akan dianalisis dengan hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit dan tingkat akurasi hampir 90 persen. Sehingga proses pencarian pelaku dapat segera dilakukan. Penelitian ini juga sudah dipresentasikan pada Seminar Nasional Sistem Informasi di Bali beberapa waktu lalu,” terang dosen Fakultas Ilmu Komputer ini.

Dalam penelitian yang dilakukan bersama rekannya Handoyo Widi Nugroho, MTI., CIBIA, dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya ini menggunakan Principle Component Analysis (PCA) dan Bayesian Clasifier untuk pengenalan wajah. Pembangunan sistem pengenalan wajah normal ini juga dikembangkan dengan menggunakan bahasa program C++.

“Penelitian ini akan menghasilkan berupa sistem aplikasi atau tools berbasis query sketsa dengan membangun citra wajah 2 dimensi untuk mencari dan pengenalan wajah pelaku kejahatan,” imbuhnya.

Penelitian yang berjudul Teknik Content Based Image Retrieval Berbasis Sketsa Untuk Pengenalan Wajah Dengan Pose Normal ini berhasil memenangkan penelitian hibah bersaing dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2015.

Mengapresiasi penelitian ini, Wakil Rektor Bidang dan Riset, Envermy Vem, M.Sc mewakili Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE., MA mendukung penelitian yang telah dilakukan para dosen dan mahasiswanya. Diungkapnya, penelitian merupakan salah satu bagian penting dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Seorang dosen tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui penelitian, dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi dalam hal memberikan ide, dan pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dimasyarakat,” ujarnya.

Diungkapnya, program penelitian dikalangan dosen dan mahasiswa sudah berjalan dengan baik, serta semakin dioptimalkan seiring dengan naiknya status Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP4M) IBI Darmajaya dari binaan menjadi madya. Peningkatan status ini membuat IBI Darmajaya berhak mengelola dana penelitian secara mandiri dari Dikti antara Rp 2-5 Milyar per tahun

“Diharapkan penelitian-penelitian ini dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari, memberikan sumbangsih tidak hanya bagi perguruan tinggi tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Sehingga dampak, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

Dosen Darmajaya Ciptakan Aplikasi Pengenal Wajah Pelaku Tindak Kejahatan

Dosen Darmajaya Ciptakan Aplikasi Pengenal Wajah Pelaku Tindak Kejahatan

Bandar Lampung – Maraknya aksi kejahatan yang terjadi belakangan ini di Provinsi Lampung, membuat Muhammad Said Hasibuan, M.Kom., MTA., CIBIA berinisiatif untuk merancang aplikasi pengenal wajah pelaku tindak kejahatan.

Pada peristiwa kriminalitas, dimana pelaku terlihat oleh saksi mata atau Close Circuit Television (CCTV) namun melarikan diri. Maka biasanya aparat akan meminta bantuan orang yang pandai melukis untuk membuat sketsa wajah pelaku. Dengan menggunakan aplikasi ini, sketsa wajah kemudian discan serta  dicocokan dengan database di kepolisian untuk mengenali dan menentukan beberapa foto wajah disertai nama yang dicurigai sebagai pelaku.

“Melalui aplikasi ini, sketsa wajah yang diduga pelaku akan dianalisis dengan hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit dan tingkat akurasi hampir 90 persen. Sehingga proses pencarian pelaku dapat segera dilakukan. Penelitian ini juga sudah dipresentasikan pada Seminar Nasional Sistem Informasi di Bali beberapa waktu lalu,” terang dosen Fakultas Ilmu Komputer ini.

Dalam penelitian yang dilakukan bersama rekannya Handoyo Widi Nugroho, MTI., CIBIA, dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya ini menggunakan Principle Component Analysis (PCA) dan Bayesian Clasifier untuk pengenalan wajah.  Pembangunan sistem pengenalan wajah normal ini juga dikembangkan dengan menggunakan bahasa program C++.

“Penelitian ini akan menghasilkan berupa sistem aplikasi atau tools berbasis query sketsa dengan membangun citra wajah 2 dimensi untuk mencari dan pengenalan wajah pelaku kejahatan,” imbuhnya.

Penelitian  yang berjudul Teknik Content Based Image Retrieval Berbasis Sketsa Untuk Pengenalan Wajah Dengan Pose Normal ini berhasil memenangkan penelitian hibah bersaing dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2015.

Mengapresiasi penelitian ini, Wakil Rektor Bidang dan Riset, Envermy Vem, M.Sc mewakili Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE., MA mendukung penelitian yang telah dilakukan para dosen dan mahasiswanya. Diungkapnya, penelitian merupakan salah satu bagian penting dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Seorang dosen tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui penelitian, dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi dalam hal memberikan ide, dan pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dimasyarakat,” ujarnya.

Diungkapnya, program penelitian dikalangan dosen dan mahasiswa sudah berjalan dengan baik, serta semakin dioptimalkan seiring dengan naiknya status Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP4M) IBI Darmajaya dari binaan menjadi madya. Peningkatan status ini membuat IBI Darmajaya berhak mengelola dana penelitian secara mandiri dari Dikti antara Rp 2-5 Milyar per tahun

“Diharapkan penelitian-penelitian ini dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari, memberikan sumbangsih tidak hanya bagi perguruan tinggi tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Sehingga dampak, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

20 − 16 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + 11 =