Dosen Institut Swasta Terbaik di Indonesia ini Bicara Technology and Development of Non Banking Financing kepada Mahasiswa UEL Vietnam

Dosen Institut Swasta Terbaik di Indonesia ini Bicara Technology and Development of Non Banking Financing kepada Mahasiswa UEL Vietnam

2
<
>

VIETNAM – Dosen Program Studi Akuntansi Institut Swasta Terbaik di Indonesia IIB Darmajaya Ulfah Tika Saputri, S.E., M.Sc., mengisi kuliah tamu dalam visiting lecture di University Economics and Law (UEL) Vietnam, Rabu (5/5/2021).

Ulfah Tika Saputri, memaparkan materi dengan topik Technology and Development of Non Banking Financing kepada mahasiswa/i UEL Vietnam secara daring melalui platform Google Meets. Dia menjelaskan lembaga keuangan saat ini telah bertranformasi dengan adanya teknologi.

“Bank-bank besar di Amerika sangat ketat dalam memberikan pinjaman. Lembaga pembiayaan non-bank dapat menyetujui hingga 71 persen pinjaman, berbeda dengan bank besar yang hanya 58 persen,” ungkapnya.

Dengan fakta tersebut, lanjut dosen muda ini, pemberian pinjaman yang disetujui dari pembiayaan non-bank lebih mudah daripada pinjaman bank lama atau pinjaman bank tradisional.

“Banyak UMKM ataupun perusahaan rintisan mendapatkan pinjaman dari non-bank dengan P2P Lending yang aksesnya mudah, fleksibel dengan persyaratan, dan efisien. P2P Lending merupakan penyelenggara layanan jasa keuangan yang menghubungkan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman,” bebernya.

Ia mencontohkan pada salah satu startup SoFi. “Startup ini awalnya berfokus pada refinancing pinjaman mahasiswa, tetapi telah berkembang hingga mencakup refinancing pinjaman hipotek, dan pinjaman pribadi. Pada 2019, SoFi menutup putaran pendanaan $500 juta yang dipimpin oleh Otoritas Investasi Qatar karena menimbulkan ancaman bagi bank-bank lama,” tuturnya.

Ulfah–biasa dia disapa–P2P Lending memiliki keuntungan dengan fleksibilitasnya. “Banyak dari pemberi pinjaman ini fokus pada sektor pasar yang seringkali tidak disetujui oleh bank-bank besar,” ucap Ulfah menjawab salah satu pertanyaan mahasiswa.

Sementara, Kepala UPT Kerja Sama dan Hubungan Internasional IIB Darmajaya Muhammad Dwiyan Aditiya mengatakan visiting lecture merupakan program kemitraan antara IIB Darmajaya dengan UEL Vietnam.
“Dalam peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa visiting lecture digelar dengan tujuan terdapat upgrade wawasan dan kompetensi dari pengajar maupun mahasiswa,” ungkapnya.

Menurutnya, visiting lecture juga bagian dalam membina hubungan baik antara IIB Darmajaya dengan perguruan tinggi mitra luar negeri. “Ke depan beberapa perguruan tinggi mitra juga akan mengisi kuliah kepada mahasiswa IIB Darmajaya,” kata dia. (**)

4 × four =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − six =