English Seminar Darmajaya Bakal Hadirkan Tasya Kamila, Yuk Daftar !

English Seminar Darmajaya Bakal Hadirkan Tasya Kamila, Yuk Daftar !

<
>

Bandar Lampung – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya siap menggelar English Seminar di Gedung Graha Karya Utama pada 22 Desember mendatang. Mengusung tema Creative Mindset for Z Generation As A Self Development, English Seminar ini menghadirkan Tasya Kamila, artis yang menjadi Indonesian Representative for United Nations sebagai pembicara. Lulusan Magister Public Administration di Colombia University ini akan sharing ilmu dan pengalamannya dalam mengimplementasikan bahasa Inggris melalui pola pikir kreatif.

Hadirpula pembicara lainnya, Fadlan Satria, Founder & CEO Just Speak. Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Alumni 2015 Hawai ini akan berbagi tips trik dalam menguasai Bahasa Inggris. Tak hanya diperuntukan bagi mahasiswa IIB Darmajaya, English Seminar juga terbuka bagi peserta umum. Jangan lewatkan kegiatan seru ini, segera daftarkan diri melalui contact person 0896-6016-0971 (Septi)/0812-9382-9668 (Ditya). Info lebih lanjut bisa mengunjungi instagram @ukmbhs_dj atau website ukmbahasa.darmajaya.ac.id Ketua Umum UKM Bahasa IIB Darmajaya, Anisa mengatakan, English Seminar bertujuan memotivasi dan menginspirasi para mahasiswa untuk menguasai bahasa Inggris dan menjadi generasi Z yang kreatif. Sementara itu, Wakil Rektor III IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., MM mengapresiasi dan mendukung kegiatan English Seminar yang diadakan UKM Bahasa untuk memotivasi para mahasiswa Darmajaya meningkatkan kemampuan dibidang bahasa Inggris.

“Era global saat ini menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia untuk mampu bersaing dengan negara asing. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai yakni kemampuan berbahasa Inggris sehingga kita bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang asing,” tuturnya. Muprihan menegaskan, persaingan antar negara dalam dunia industri, pasar bebas, tenaga kerja, maupun wirausaha akan semakin ketat. Sehingga kompetensi, skill, dan kemampuan berbahasa asing sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing. “Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat membentuk mahasiswa sebagai generasi cerdas dan kreatif berkarya. Jangan sampai pemuda Indonesia hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” tegasnya.(*)