IIB Darmajaya Gelar Pesatren Kilat bagi Mahasiswa, Dosen, dan Karyawan

IIB Darmajaya Gelar Pesatren Kilat bagi Mahasiswa, Dosen, dan Karyawan

<
>

BANDAR LAMPUNG – Pengamalan ilmu agama adalah suatu keharusan dalam kehidupan sehari-hari agar manusia mendapat barokah dalam hidup dan dunia dan di akhirat. Hal itu dikatakan Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Ir. Firmansyah Y. Alfian, M.Sc.

“Ilmu yang telah kita peroleh membutuhkan lahan agar ilmu tersebut dapat menjadi penolong bagi kita, yaitu dengan cara mengamalkannya, baik dengan mengajarkannya maupun yang lainnya. Hal ini merupakan fardhu‘ain bagi setiap Muslim,” kata Firmansyah, saat pembukaan pesantren kilat bagi mahasiswa, dosen, dan staf IIB Darmajaya, di masjid kampus biru tersebut, Sabtu (7/10/2017).

Menurut Firman, mengutif sebuah ayat yang artinya barang siapa mentaatai Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang yang saleh.

“Untuk itu, bagi peserta pesantren kilat, mahasiswa, dosen, dan karyawan, agar dapat mengikuti kegiatan, hingga kita mabit di masjid yang kita cintai ini, untuk menjalankan perintah Allah dan tuntunan Rasulullah, yang akan dibimbing para ustad di sini,” kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-Lampung itu.

Sementara, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Humas Muprihan Thaib S.Sos. M.M., mengatakan pesantren kilat ini diikuti sekitar 250 mahasiswa serta 60 dosen dan karyawan di IIB Darmajaya. Kegiatan ini dimulai Sabtu, sekitar pukul 10.00 WIB sampai Minggu (7/10/2017) siang. “Kami juga bermalam dan beribadah di sini (masjid),” kata dia.

Menurut Muprihan, pesantren kilat akan dilakukan berkesinambungan dan dilakukan dalam dua kloter. Pesantren kilat ini juga menjadi ujian tengah semester (UTS) bagi mahasiswa Muslim yang mengambil mata kuliah Agama Islam. “Jadi, adik-adik mahasiswa harus mengikuti kegiatan ini dengan serius dan mengikuti ajaran dan arahan para ustad sebagai pembimbing. Yang meninggalkan kegiatan ini, akan dianggap tidak mengikuti UTS dan berakibat tidak lulus,” kata dia.

Muprihan juga menjelaskan pesantren kilat ini ilegal dan sudah disahkan oleh konses dan ditandatangani 281 Wakil Rektor III seluruh Indonesia, baik perguruan tinggi negeri dan swasta di Malang, beberapa waktu lalu. “Jadi, jangan aneh kalau kampus swasta menggelar pesantren kilat seperti di UIN atau IAIN, kegiatan ilegal dan sudah disahkan Wakil Rektor III, dan menjadi salah satu penilaian mata kuliah Agama Islam,” kata dia.

Pesantren kilat juga diikuti sejumlah dosen dan karyawan IIB Darmajaya. Pendidikan dan pencerahan ilmu-ilmu agama disampaikan sejumlah ustad, di antaranya Ustad Fadli yang memberikan pencerahan tentang keutamaan mengingat Allah, mengamalkan agama, dan kehidupan umat di dunia dan akhirat. “Jadi, barang siapa yang tidak mengamalkan ilmu agama sesuai perintah Allah dan teladan Baginda Rasullullah Muhammad SAW, maka dia akan sengsara di dunia dan akhirat,” kata Ustad Fadli. (**)

Apakah berita ini menarik?