Ini Hasil Diskusi Bareng Inovator 4.0 Indonesia Chapter Lampung

Ini Hasil Diskusi Bareng Inovator 4.0 Indonesia Chapter Lampung

<
>

BANDARLAMPUNG — Inovator 4.0 Indonesia dibentuk guna mewujudkan kehidupan masyarakat cerdas, hidup layak, serta mampu menjawab aneka tantangan Revolusi Industri 4.0. “Generasi milenial kids zaman now untuk bergegap gempita menyambut disrupsi peradaban ala era Revolusi Industri keempat,” kata Bidang MenialTech Inovator 4.0 Indonesia yang juga CEO Darmajaya Corporation Davit Kurniawan.
Hal itu dikatakan Davit, pada Deklarasi Inovator 4.0 Indonesia Extended Chapter Lampung Kamis (20/9/2018) malam, di Eat Boss Cafe and Resto, Jalan W. Monginsidi 43, Gotongroyong, Bandar Lampung. Pada kesempatan secara bersamaan digelar Deklarasi dan diskusi ‘Kerja dan Membangun Indonesia dengan Data, dipusatkan di Cemara 6 Galeri Museum, Jalan HOS Cokroaminoto 9-11, Menteng, Jakarta.
Dalam kegiatan itu digelar Local Inovator, diantaranya Yayasan Alfian Husin, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Darmajaya Digital Solusi (Darmajaya Corporation), Inkubitek Darmajaya, Darmajaya Computer and Film Club (DCFC), dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Darmajaya.
Selain itu, kegiatan yang menghadirkan youtuber dan mahasiswa kid zaman now juga diinisiasi duniaindra.com, start-up digital Angsur dan gogocampus, Ikatan Muli-Mekhanai Kota Bandar Lampung (IMKOBAL), serta Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo).
Hadir sebagai narasumber Ketua Yayasan Alfian Husin yang juga Ketua Dewan Pembina Desindo Andi Desfiandi, Bidang MenialTech Inovator 4.0 Indonesia yang juga CEO Darmajaya Corporation Davit Kurniawan, serta CEO Angsur Hafiz Budi Firmansyah. Kegiatan itu dipandu travel blogger dan MC handal, Indra Pradya dan berlangsung mulai pukul 18.30 hingga pukul 21.30 WIB.
Davit menjelaskan basis inisiasi pembentukan Inovator 4.0 Indonesia. Menurut dia, berdasarkan apa yang disampaikan Ketua Deklarator Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko, pihaknya menolak menunda ide-ide besar, serta memimpikan masa depan Indonesia sebagai bangsa digital yang berkedaulatan dalam data, berkeadilan dalam teknologi dan akses informasi. “Ini harus menjadi dua kalimat kunci yang digaungkan sejak kelahiran 10 Maret 1970,” kata dia.
Menurut dia, Inovator 4.0 Indonesia dibentuk guna mewujudkan kehidupan masyarakat cerdas, hidup layak, serta mampu menjawab aneka tantangan Revolusi Industri 4.0. “Generasi milenial kids zaman now untuk bergegap gempita menyambut disrupsi peradaban ala era Revolusi Industri keempat,” kata dia.

Sementara, Ketua Dewan Pembina Desindo Andi Desfiandi. Selain merasa surprise, sebab rezim digital Indonesia ke depan, akan makin diperkuat taja lini inovator digital mumpuni di bidangnya.
Analis ekonomi digital Lampung ini turut menggarisbawahi, bahwa inisiasi Budiman dkk merupakan guncangan cakrawala bagi peta jalan Making Indonesia 4.0 yang digagas Presiden Joko Widodo. “Bicara Indonesia membangun, dan membangun Indonesia, bicara data. Kerja cerdas, selamat,” ungkap Andi penuh syukur.
Mantan Rektor IIB Darmajaya itu juga mengatakan hampir tidak ada temuan baru di Indonesia. Yang dikenal kenal saat ini adalah inovasi. “Revolusi Industri ini sudah ada sebelumnya. tapi sekarang perbaikan perbaikan. Inovasi ini akan terus berlanjut.” Kata Andi Desfiandi.
Dia juga mengatakan dunia ke depannya adalah milik anak-anak muda. Dunia ini mau diwarna apa saja bergantung dengan anak muda saat ini. “Yakinlah, sebentar lagi kita aian akan sudah masuk ke Revolusi Industri 5.0 yang speednya sudah semakin cepat,” kata dia.
Dia berharap, dengan lompatan teknologi yang begitu cepat, anak-anak muda Indonesia, Lampung khususnya, harus bisa berbuat lebih jauh. “Jangan hanya jadi penonton dari sebuah aplikasi teknologi, tapi jadilah pemain. Bukan hanya jadi market, tapi harus jadi player. Terlebih, Indonesia merupakan komunitas startup pemula nomor empat di dunia. Dan, saya sangat apresiasi dengan semua ini,” kata dia. (**)