Inkubitek IIB Darmajaya Gelar Pameran Produk Unggulan KPM dan Talkshow Bisnis ProKUS Lampung Selatan

Inkubitek IIB Darmajaya Gelar Pameran Produk Unggulan KPM dan Talkshow Bisnis ProKUS Lampung Selatan

WhatsApp Image 2021-12-28 at 12.42.26
<
>

BANDARLAMPUNG – Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Pameran Produk Unggulan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Talkshow Bisnis Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) Lampung Selatan di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat, Selasa (28/12/2021).

Pameran ikuti 35 KPM Unggulan dengan 38 produk dari 7 kecamatan di Lampung Selatan. Pameran juga diisi dengan talkshow yang menghadirkan narasumber entrepreneur muda Sheyla Taradia Habib (Founder Beeme), Perwakilan BRIncubator Lampung Julian Esa Yudistira, dan Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan Martoni Sani.

Ketua Pelaksana Pameran Produk Unggulan KPM dan Talkshow ProKus Lampung Selatan, Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya dapat menggelar pameran produk unggulan KPM secara luring terbatas karena masih situasi pandemi.

“Alhamdulillah, hari ini 35 KPM/PKH yang bisa mengikuti pameran. Selama ini telah kita lakukan inkubasi untuk memberikan pemahaman dari pengemasan produk hingga pencatatan laporan keuangan yang baik,” ungkapnya.
ProKUS, lanjut dia, merupakan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diamanahkan kepada Inkubator IIB Darmajaya untuk menjalankannya di Lampung Selatan.

“Ada 16 mentor dan 5 dosen sebagai supervisor yang telah memberikan pendampingan dari pengemasan, penguatan brand, pemasaran digital, dan juga pencatatan laporan keuangan. Selama ini kita mendapatkan dukungan dari Dinas Sosial Lampung Selatan,” bebernya.

Lilla–biasa dia disapa–menuturkan Inkubitek juga telah membuatkan e-catalog produk KPM dari 7 kecamatan di Lampung Selatan. “Alhamdulilah juga kami telah membuat e-catalog yang dapat dilihat oleh semua orang dengan melihat scan barcode,” imbuhnya.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya, Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian., MBA., M.Sc., mengatakan pameran ini juga dapat menjadi harapan dari 400 KPM di Lampung Selatan agar dapat tercapai keinginannya.

“ProKUS bisa menjadi pilot project dari dua kabupaten di Provinsi Lampung untuk pembinaan UMKM. IIB Darmajaya memberikan support penuh juga bagian dari pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

Menurut dia, ProKUS ini juga mendapat kebermanfaatan bagi KPM. “KPM tidak lagi mengandalkan bantuan pemerintah dan dapat berdikari dengan usahanya. Semoga kedepan kegiatan ini juga dapat berlanjut bersama Dinas Sosial Kabupaten dan Provinsi Lampung,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto yang diwakili Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Martoni Sani, mengucapkan apresiasi terselenggaranya Pameran Produk Unggulan KPM dan Talkshow Bisnis ProKus Lampung Selatan. “Pameran ini juga bertujuan menciptakan kemandirian dan memutus keluarga miskin penerima bantuan untuk dapat penghasilan tambahan,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, ProKUS juga mengarahkan KPM jadi mandiri dan inovatif. “Program ini dilakukan Kementerian Sosial bekerja sama dengan Inkubitek IIB Darmajaya terhadap 400 KPM di 7 kecamatan. Bertambahnya pendapatan masyarakat dan memunculkan tambahan keunggulan di Lampung Selatan,” ujarnya.

Kabupaten Lampung Selatan, lanjut dia, mendukung penuh ProKus yang dijalankan Inkubitek IIB Darmajaya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga Lampung Selatan tidak hanya dikenal dari pariwisatanya tetapi juga dari produk unggulan UMKM-nya sebagai pusat oleh-oleh. “Harapan saya ke depan ProKus dapat,” imbuhnya.

Mewakili Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Drs. Aswarodi, M.Si., mengucapkan selamat atas terselenggaranya pameran ProKus yang dilaksanakan IIB Darmajaya.

“ProKUS diharapkan dapat menjadi berdaya dan tidak mengandalkan bantuan terus menerus. Masyarakat menjadi mandiri dan tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah,” ucapnya.

Founder Beeme, Sheyla Taradia Habib memberikan tips dalam menjalankan usaha dari nol hingga dikenal di nasional. “Saya sejak lulus kuliah tidak pernah malu untuk berdagang dari pakaian, handmade, makanan rumahan hingga lainnya,” ungkapnya.

Sheyla–biasa dia disapa–menuturkan sangat menghargai proses yang dilalui dalam membangun sebuah usaha. “Mulanya hanya bermodal 180K dengan jualan di instagram,” ungkapnya.

Beeme, lanjut dia, dibesarkan dengan melihat pasar potensial di media sosial. “Juga dengan menciptakan produk yang selalu diingat atau ngangenin,” imbuhnya.
Sheyla juga berpesan tidak hanya keuntungan saja yang diutamakan dalam berbisnis. “Kita harus dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar ketika keuntungan diperoleh. Jangan sampai melupakan sekitar kita ,” pesannya.

Perwakilan BRIncubator, Julian Esa Yudistira memaparkan program BRIncubator yang memiliki rumah BUMN BRIncubator khusus untuk melakukan pendampingan UMKM. “Selama ini kita juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Dee Hasen, IIB Darmajaya dan UIN Radin Intan Lampung,” ungkapnya.

Selama ini, kata dia, BRI sangat peduli terhadap UMKM dengan memberikan KUR. “Karena UMKM merupakan roda perekonomian masyarakat yang sangat besar dan potensial untuk dikembangkan,” pungkasnya. (**)

4 × 2 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − nine =