Kembangkan Inkubitek, Darmajaya Gandeng 2 Universitas di Taiwan

Kembangkan Inkubitek, Darmajaya Gandeng 2 Universitas di Taiwan

<
>

Taiwan – Mengembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan kreativitas dikalangan mahasiswa merupakan hal yang penting bagi Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya guna menciptakan lulusan yang mampu mandiri dan berdaya saing tinggi. Untuk itu Darmajaya menggandeng dua perguruan tinggi bereputasi tinggi di Taiwan dalam mengembangkan inkubator bisnis dan teknologi (Inkubitek).

Rektor Darmajaya, Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., MSc menandatangani nota kesepahaman dengan National Cheng Kung University (NCKU) Technology Transfer and Business Incubation Center dan The Industrial Transfer Project For Energy Technology Research, Taiwan National University, di Provinsi Tainan, Taiwan pada 3 Agustus lalu.

Penandatangan tersebut termasuk mendorong berdirinya startup dan promosi sertifikasi halal di masing-masing perguruan tinggi. Yayasan Alfian Husin, yang diwakili oleh Sekretaris Yayasan,  Shanty Ulfianty sangat gembira dengan terobosan yang dilakukan oleh Darmajaya untuk mengembangkan kewirausahaan.

“Kami berharap agar pengembangan dilakukan secara bertahap dengan perencanaan yang terukur dan melibatkan pemerintah serta swasta sehingga terjadi kerjasama yang sinergi dengan seluruh pihak,” ujarnya.

National Cheng Kung University dan Taiwan National University merupakan perguruan tinggi negeri yang sangat fokus dalam mengembangkan  kewirausahaan dan inkubator bisnis. Sebagai contoh pada tahun lalu Cheng Kung University mendaftarkan 100 paten hasil inovasi dan kreasi produk bisnis mahasiswa dan dosen.

Dengan kerjasama baru ini, diharapkan dapat menjadi pintu baru untuk pengembangan kurikulum Technopreneurship dan peningkatan semangat kewirausahaan bagi mahasiswa Darmajaya. Demi menuju 1.000 Startup Digital yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.

Kepala Kantor Urusan Hubungan Internasional (KUHI) Darmajaya, Rahmalia Syahputri menambahkan, pengembangan bersama inkubasi akan dimulai dengan pembentukkan group discussion mahasiswa inkubasi di tahun 2017 dan program visiting professor selama 4 bulan ditahun 2018.(*)

Apakah berita ini menarik?