Ketua Umum Aptisi Minta PTS Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital

Ketua Umum Aptisi Minta PTS Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital

<
>

BANDAR LAMPUNG – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diminta untuk meningkatkan kualitas dalam penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, PTS juga diminta untuk mengikuti era digital di tengah persaingan global akhir-akhir ini.

“Tujuannya, agar Perguruan Tinggi Swasta bisa berdaya saing dengan perguruan tinggi negeri, bahkan kalau bisa bersaing dengan perguruan tinggi luar negeri,” kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Pusat Prof. Dr Ir M Budi Djatmiko MSi MEI, saat kunjungan silahturahmi di Ruang Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lampung, Selasa (12/12/2017).

Menurut Budi Djatmiko di era keterbukaan informasi belakangan ini sangat pesat perkembangannya. Di belahan dunia manapun bisa dilihat hanya dengan sekali klik. Namun, keterbukaan informasi dan perkembangan dunia digital tersebut membawa dampak negatif.

Dunia saat ini tengah mengalami digital destruction, atau kekacauan digital. Di mana saat ini sudah banyak pekerja yang dilakukan bukan oleh manusia, melainkan mesin. “Bahkan, sudah ada robot yang sangat mirip dengan manusia,” kata dia.

Sehingga, saat ini, PTS harus mengikuti arus perkembangan zaman. Bahkan, dia meramalkan pada 10-15 tahun kedepan semua akan serba digital. Perguruan tinggi konvensional jika tidak segera beradaptasi akan mati. “Digital sangat cepat berubahnya,” kata dia.

Hadir dalam kunjungan silahturahmi itu, Ketua Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi (Apperti) Pusat Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin, P.A.K,;Sekretaris Jendral Apperti Pusat  Dr. Taufan Maulamin, SE, Ak, MM; dan sejumlah pengurus Aptisi lainnya. Dia mengatakan budaya inovasi di perguruan tinggi memang harus ditumbuhkan. Namun dia tidak memungkiri, kondisi keuangan kampus swasta itu beragam. Mulai dari yang kuat, sedang, dan di bawahnya lagi. “Kita memiliki komitmen untuk saling membantu,” kata dia.

Dia memiliki mimpi suatu saat nanti Apperti membentuk bank yang berasal dari konsorsium PTS seluruh Indonesia. PTS yang memiliki uang banyak, menanamkan uang saham lebih besar. Kemudian konsumen bank konsorsoium PTS ini adalah lingkungan kampus swasta sendiri. Baik itu lembaga, dosen, maupun mahasiswa di dalamnya.

Sementara, Ketua Aptisi Wilayah II-B Lampung Ir. Hi. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc, mengatakan Menghadapi era globalisasi seperti ini, arus informasi sangat kuat. Ia ingin perguruan tinggi swasta di Lampung paling tidak bisa sejajar dengan daerah lain. “Target menjadi destinasi pendidikan di Indonesia,” kata Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya itu.

Dia juga mengatakan pendidikan berkualitas sangat penting. Terlebih pasca-diberlakukannya MEA 2015. Jika pendidikan di Lampung tidak berkualitas maka bukan tidak memungkinkan akan hilang. “Apalagi sudah era digital,” kata dia.

Pendidikan ke depan, kata Firmansyah, harus berbasis riset yang diikuti proses investasi. Dengan demikian, kata dia, pendidikan tidak sekedar mengulang materi ajar atau menghafal. Namun, lebih kepada pembelajaran yang produktif.

Sedangkan, Ketua Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi (Apperti) Pusat Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin, P.A.K,; Kualitas perguruan tinggi di Lampung sudah cukup baik. Bisa dilihat dari eksistensi IIB Darmajaya maupun berbagai kampus lain yang telah memiliki syarat akademik, manajemen, hingga eksistensi para ketua yayasan, rektor, dosen hingga mahasiswanya. “Itu sebabnya kita segera mengesahkan Apperti Lampung, karena sebagian besar kampus di Lampung memenuhi 8 standar perguruan tinggi nasional,” kata Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin. (**)