Mahasiswa asal Madagaskar Terkesan Program IIS Darmajaya

Mahasiswa asal Madagaskar Terkesan Program IIS Darmajaya

<
>

BANDARLAMPUNG – Mahasiswa asal Madagaskar sangat terkesan dengan kampus biru Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya selama menjalani program international internship scholarships (IIS).

Finc – biasa dia disapa – menuturkan selama sebulan menjalani kegiatan di Darmajaya banyak hal diperoleh. Mulai dari kultur, kebiasaan, hingga dapat menikmati keindahan Lampung. “Saya ikut mempromosikan Darmajaya kepada pelajar SMA/SMK di Lampung dan mengetahui banyak tempat di sini,” ungkapnya.

Finc juga senang dapat mendengarkan pengalaman mahasiswa Darmajaya yang menimba ilmu di negeri orang. “Membantu study club dan fun class dengan bahasa Inggris dan Perancis kepada mahasiswa Darmajaya,” ujarnya.

Mahasiswa Doktoral salah satu perguruan tinggi di Surabaya ini juga menceritakan pelajar SMA/SMK di Lampung banyak yang tertarik untuk menempuh studi kuliah di luar negeri. “Mungkin itu perlu dorongan dan harus terus menerus memotivasi mereka,” kata dia usai mempromosikan Darmajaya ke sekolah-sekolah.

Darmajaya memiliki lingkungan kerja yang baik. “Dari lingkungan kerja sangat baik karena sudah terbiasa berkarakter dengan multikulturalnya,” tuturnya.

Finch sangat bahagia ketika ikut merayakan Natal bersama mahasiswa IIB Darmajaya. “Dari perayaan Natal, saya mengetahui di sini sangat menghargai perbedaan,” imbuhnya.

Mahasiswa dan karyawan serta sivitas akademika IIB Darmajaya juga sangat membantu dirinya ketika menjalani program IIS. “Orang di sini sangat membantu dan mengajak ikut dalam setiap kegiatan,” terangnya.

Beberapa makanan juga dirasakannya selama di Lampung. “Ikan pindang, simba, otak-otak, dan opak. Saya sangat suka pindang dan simba, sering kali kembali ketempat makan tersebut. Biasanya saya tidak makan pedas karena enak saya suka,” urainya.

Keinginannya selama di Lampung untuk melihat keindahan pantai pun terwujud. “Saya ke Pulau Tangkil dan beberapa tempat di daerah Teluk Betung. Indah di sana,” kata Finch yang melakukan perjalanan sendiri tersebut.

Tak hanya itu, Finch juga sempat mengunjungi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur. “Mahasiswa di sini ramah sekali. Mereka ajak saya ke Puncak Mas dan makan durian. Dosen-dosen juga sangat ramah. Saya rasa dosen-dosen di sini berusaha memberikan yang terbaik kepada mahasiswanya,” tandasnya. (**)

fourteen + 4 =

*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 12 =