Mahasiswi Sistem Komputer Darmajaya Buat Alat Pendeteksi Masker untuk Tunanetra

Mahasiswi Sistem Komputer Darmajaya Buat Alat Pendeteksi Masker untuk Tunanetra

154
<
>

BANDARLAMPUNG – Berawal niat untuk membantu tunanetra dalam menghindari penyebaran Covid-19, Mahasiswi Sistem Komputer Institut Swasta Terbaik di Indonesia membuat Rancang Bangun Alat Pendeteksi Masker untuk Tunanetra Berbasis Raspberry.

Rancang bangun alat buatan Triska Rihayani Saputri ini diujikan dalam skripsinya pada Kamis, (8/4/2021). Triska –biasa dia disapa – menyelesaikan rancang bangun dengan dosen pembimbing Bayu Nugroho, S.Kom., M.Eng. selama tiga bulan.

Rancang Bangun Alat Pendeteksi Masker, lanjut Triska, dipakaikan ke Tunanetra dan ketika berhadapan dengan orang akan mendeteksi wajahnya. “Ketika menggunakan masker, alat akan memberitahukan melalui headset yang terpasang di telinga dengan bunyi suara “terima kasih sudah menggunakan masker,” ungkapnya.

Mahasiswi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini melanjutkan bahwa bila terdapat orang yang tak menggunakan masker maka alat akan memberitahukan. “Bunyi suaranya tidak pakai masker tolong jaga jarak. Alat tidak dapat mendeteksi lebih dari 350 cm jaraknya,” bebernya.

Adapun peralatan yang digunakan untuk membentuk Rancang Bangun Alat Pendeteksi Masker diantaranya raspberry, open cv (pengolah software), kamera, powerbank 1000 mah, dan headset. “Kamera bekerja sebagai pengambil gambar yang kemudian gambar tersebut akan diolah menggunakan software opencv menggunakan algoritma pengolah gambar untuk mengetahui apakah menggunakan masker atau tidak,” jelasnya.

Sementara, Bayu Nugroho mengatakan alat ini diharapkan juga dapat dikembangkan lebih baik lagi. “Tidak hanya untuk mendeteksi penggunaan masker. Alat yang dibuat dapat dikembangkan untuk mengenali bentuk sebuah objek yang ada di sekitar misalnya jenis kendaraan, hewan, tumbuhan dan lain-lain,” ungkapnya.

Kemudian juga dapat digunakan sebagai sensor lingkungan misalnya pendeteksi kebakaran, banjir, hujan, dan lain-lain. Dimana dengan hadirnya teknologi image processing penggunaan sensor-sensor fisik sudah dapat digantikan dengan sebuah kamera yang menjadi “mata” bagi keadaan di sekitarnya.

Terpisah, Kepala Prodi Sistem Komputer Nurfiana, S.Kom., M.Kom., mengatakan program studi menyediakan beberapa mata kuliah yang dapat diambil untuk peminatan smart system, yaitu image processing, sensor vision, expert system dan machine learning. “Kompetensi dari mata kuliah tersebut mendukung penelitian yang dilakukan oleh Triska mengenai face mask detection and recognition,” ungkapnya.

Menurutnya, sistem otomasi pendeteksi pengguna masker yang dibuat oleh Triska sangat membantu penyandang tunanetra dimasa pandemi. Dengan adanya sistem ini penyandang tunanetra dapat mengetahui informasi lingkungan sekitar melalui suara. (*)

one × 4 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 8 =