Membuat Foto Jurnalistik Yang Bagus

Membuat Foto Jurnalistik Yang Bagus

<
>

Bandar Lampung – Bagaimana membuat karya foto yang bagus ? Jawabannya adalah praktek. Hal itu dikatakan Sekretaris Jendral Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, M. Tegar Mujahid saat memberikan pelatihan foto jurnalistik pada pelatihan jurnalistik organisasi kemahasiswaan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya di kampus setempat, kemarin (09/11).

“Mempelajari teori fotografi itu penting. Tapi tanpa praktek langsung, maka karya foto yang bagus tidak akan kita hasilkan. Sehingga terus berlatih membidik foto dalam berbagai peristiwa, situasi, kondisi, dan moment yang berbeda-beda akan membuat kita terbiasa serta terlatih dalam menghasilkan karya foto yang maksimal,” ungkapnya.

Mantan Ketua Umum UKM Fotografi ZOOM Universitas Lampung ini menuturkan, foto jurnalistik adalah komunikasi dengan orang banyak yang dimuat melalui media cetak atau elektronik yang memenuhi kebutuhan penyampaian informasi secara singkat dan segera diterima oleh semua kalangan.

Fotografer dari salah satu media cetak di Lampung ini memaparkan, kriteria foto jurnalistik diantaranya informatif, aktual, faktual, relevan, misi, otentik, dan menarik. Dalam membuat foto, seorang jurnalis harus memperhatikan berbagai unsur diantaranya jujur (tidak direkayasa), syarat informasi, memberikan pesan berharga, memberi perhatian pada kehidupan, memiliki kandungan berita terekam wajar dan layak dipublikasi.

“Tidak peduli betapa sempurnanya kita menyelesaikan penugasan foto jurnalistik, kata-kata merupakan suatu keharusan untuk melengkapi pesan yang akan disampaikan. Bahan tulisan yang menyertai foto dinamakan caption atau cutline yang kegunaannya untuk menjelaskan pesan dari foto,” tambahnya.

Mengusung tema dengan menulis kita jadikan IIB Darmajaya kampus The Best, kegiatan ini diikuti 40 mahasiswa perwakilan dari seluruh Orkem. Menghadirkan pemateri lainnya diantaranya Lukman Hakim dengan materi pengantar jurnalistik, dan bahasa jurnalistik, Galih Rama Putra dengan materi domain website, Umar Bakti dengan materi undang-undang pers, dan kode etik jurnalistik, Novita Sari dengan materi digital marketing, Firdaus Chaniago dengan materi contain website, serta Sudarmono dengan materi teknik peliputan dan teknik penulisan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pemasaran, dan Kerjasama, Muprihan Thaib, S.Sos., MM mengukapkan pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa perwakilan Orkem ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan menulis untuk berbagi informasi dan mempromosikan kegiatan di masing-masing Orkem atau Kampus Darmajaya.

“Era digital saat ini penyampaian informasi bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Melalui website atau media sosial, mahasiswa diharapkan tidak ikut menyebarkan berita hoax. Melainkan termotivasi untuk ikut terbiasa menulis hal-hal yang bermanfaat, dengan teknik penulisan yang benar, dan menarik bagi pembaca,” harapnya.(*)

Apakah berita ini menarik?