Modal Tekad, Anak Petani dan Hafiz Quran ini Menjadi Mahasiswa Berprestasi

Modal Tekad, Anak Petani dan Hafiz Quran ini Menjadi Mahasiswa Berprestasi

101
<
>

BANDAR LAMPUNG – Haru dan bahagia merasuki perasaan Riko Nopriyansah dalam wisuda ke-30 Periode Januari 2021, Kamis (15/1/2021), di Aula Lantai 3 Gedung Alfian Husin IIB Darmajaya.

Riko–biasa dia disapa–sempat tak dapat melanjutkan pendidikan usai lulus dari SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Kedua orangtua yang hanya sebagai petani pun tak sanggup menanggung biaya kuliahnya ke pendidikan tinggi.

Tekad dan semangat untuk mengangkat derajat kedua orangtua pun menjadi kegigihan Riko mendaftar ke IIB Darmajaya. Sang Ibu pun sempat menolak permintaannya untuk kuliah.

“Yang benar Ko, kamu mau kuliah? Kan kuliah itu mahal. Kamu tahu sendiri-kan, keadaan ekonomi sekarang bagaimana. Kuliah itu harus punya uang banyak,” ucap Riko menirukan perkataan sang Ibu.

Anak pertama dari pasangan Yarisma dan Marlena ini memanfaatkan beasiswa bidikmisi untuk ikut mendaftar di kampus biru Darmajaya. “Dari awal sampai akhir, Alhamdulillah bisa diusahain sendiri. Hingga masuk tahap akhir tes harus wawancara,” kata Riko yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa IIB Darmajaya 2019 ini.

Ia mengabarkan hal tersebut kepada kedua orangtuanya yang tetap tidak percaya. “Saya yakini untuk ikut dalam tes wawancara hingga akhirnya lulus mendapatkan beasiswa bidikmisi,” ujarnya.

Kuliah pun dijalani oleh Riko. Hingga pada semester tujuh dirinya mencoba untuk mengikuti seleksi program student mobility untuk penelitian di luar negeri. “Daftar joint research untuk mencari banyak pengetahuan dan pengalaman serta mengenal dunia luar. Alhamdulillah diterima dan berhasil menyelesaikannya tepat waktu dengan nilai memuaskan A,” tuturnya.

Dengan banyaknya prestasi yang diperoleh tersebut, Riko juga sangat aktif di organisasi kampus seperti UKM As Salam dan BEM IIB Darmajaya. “Karena dahulu orangtua tidak yakin kalau saya dapat kuliah karena ekonomi memang pas-pasan dan Alhamdulillah lulus. Saya bangga bisa membanggakan orangtua dan keluarga,” kata hafizh 5 juz ini.

Riko juga termotivasi untuk menjadi mahasiswa berprestasi saat lulus karena keterlibatan dirinya saat menjadi panitia wisuda. “Saya terharu ketika kakak-kakak tingkat lulus dan bisa membuat orangtua terharu. Hingga saya niat semoga bisa membuat orangtua menangis bahagia dan Alhamdulillah berhasil,” pungkasnya.

Riko, salah satu lulusan terbaik dengan IPK 3,32 dengan prestasi menjadi pemenang Darmajaya Startup Competition (DSC) 2018, peserta joint research di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) tahun 2017 dan aktif di organisasi BEM IIB Darmajaya sebagai presiden serta UKM As Salam IIB Darmajaya. (**)

1 + twenty =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =