Perdana, Mahasiswa Asal Kenya Lulus Ujian Tesis di IIB Darmajaya

Perdana, Mahasiswa Asal Kenya Lulus Ujian Tesis di IIB Darmajaya

65
<
>

BANDARLAMPUNG – Mahasiswa asal Kenya, Francis Mukemba Mwau menjadi yang pertama menyelesaikan studi pada Magister Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya setelah menjalani ujian tesis pada Jumat, (13/10/20).

Francis –biasa dia disapa – mengangkat judul tesisnya Pengaruh Bauran Pemasaran dan Media Sosial terhadap Minat Mahasiswa Baru mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta (Studi Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru di IIB Darmajaya). Mahasiswa Internasional tersebut mengerjakan tugas akhirnya selama lima bulan.

“Mulai bulan Juni saya garap tesisnya,” ucap dia dengan bahasa Inggris usai menjalani ujian tesis. Francis sangat senang dapat menyelesaikan tesisnya. “Terima kasih atas bimbingan kepada dosen-dosen selama ini dan seluruh staf serta karyawan di IIB Darmajaya,” ujarnya.

Francis dibimbing langsung Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya, Dr. Faurani I Santi Singagerda, S.E., M.Sc. Sementara, pengujinya merupakan dosen expert marketing dan marketing digital Dr. Indra Jaya dan Dr. Anggalia Wibasuri.

Dr. Faurani mengatakan secara substansif dan kontekstual Francis sudah cukup menguasai karena dalam penelitian ini sebelumnya memang terlibat langsung dalam kegiatan sosialisasi bersama panitia penerimaan mahasiswa baru.

“Sehingga tesisnya merupakan hasil observasi dan survey secara langsung di lapangan dan pada proses keterlibatannya yang bersangkutan menemukan adanya kecenderungan bahwa dalam proses sosialisasi dan marketing PMB sebagian besar merupakan kelompok milenial yang menjadi target dan potensial market,” ungkapnya.

Dalam proses menyelesaikan tesis, Francis juga meyakinkan bahwa hasil dari kegiatan penelitiannya memungkinkan dapat dipakai sebagai strategi yang cukup tepat untuk menggarap pangsa kaum.milenial tidak saja di dunia akademik tapi juga industri lainnya.

Selama proses menyelesaikan tesis, kata Faurani, selain aktif dalam kegiatan PMB secara langsung ia juga sangat aktif berdiskusi dan berkonsultasi dengan pembimbing, rekan tim PMB, dan dosen-dosen lainnya.

“Meski dengan keterbatasan bahasa Indonesia tapi yang bersangkutan mampu mengikuti dan menyelesaikannya dengan sangat baik. Bahkan saat ditanya oleh penguji mengenai hal yang substantif terkait design dan rancangan penelitian mampu menjawabnya dengan lugas, singkat, dan jelas. Artinya Francis sangat menguasai tesis yang ditulisnya,” tutupnya. (*)

sixteen + 6 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 1 =