PIK-M Sehati Darmajaya Sosialisasi Triad KRR di Panti Asuhan

PIK-M Sehati Darmajaya Sosialisasi Triad KRR di Panti Asuhan

<
>

Bandar Lampung –Ada tiga resiko yang dihadapi oleh para remajaatau disebut Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yakniHuman Immuno Deficiency VirusAcquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), napza (narkotika, psikotrapika dan zat adiktif) dan seksualitas (pergaulan bebas).

Hal itu disampaikan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Informasi Konseling Mahasiswa Smart, Empathy, Healthy, Active, Trusted, Integrity (PIK-M Sehati) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya saat menyosialisasikan Triad KRR di Panti Asuhan Ummi May Bandar Lampung, Senin lalu (12/06).

Ketua pelaksana, Uswatun Hasanah mengatakan, sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan membantu remaja di Panti Asuhan untuk memperoleh informasi agar mereka mampu membentengi diri dari resiko Triad KRR.

“Kami berbagi pengetahuan tentang bahaya dari seks bebas, kehamilan pada remaja, HIV/AIDS, dan Napsa. Harapannya, adik-adik panti asuhan terhindar dari hal tersebut untuk menjadi generasi emas yang dapat menggapai cita-cita, prestasi, dan masa depan yang gemilang,” ujarnya.

Uswatun melanjutkan, selain melakukan sosialisasi, anggota PIK-M sehati juga berbuka puasa bersama, dan memberikan donasi kepada Panti Asuhan Ummi May Bandar Lampung.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa sosial, kepedulian, dan mengajarkan indahnya berbagi dikalangan mahasiswa. Semoga ilmu yang dibagikan, dan donasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi adik-adik di panti asuhan,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Sumber Daya, Muprihan Thaib, S.Sos., MM mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilakukan PIK-M Sehati.

“Jika kita hanya mendonasikan makanan, pakaian, atau uang. Materi tersebut memang bermanfaat, tapi akan cepat habisnya. Sementara, jika kita memberikan ilmu kepada orang, berbagi pengetahuan, pengalaman, insyallah hal itu lebih bermanfaat lagi bagi mereka dalam menjalani masa depan,” tuturnya.

Muprihan menambahkan, organisasi kemahasiswaan tak hanya wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat bakat, dan potensi yang dimilikinya. Tetapi, mahasiswa juga belajar tentang berorganisasi, mengembangkan jiwa kepemimpinan, networking, meraih prestasi, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.(*)

Apakah berita ini menarik?