Syech Yahya Alnajjar : Palestina Butuh Bantuan Muslim Indonesia

Syech Yahya Alnajjar : Palestina Butuh Bantuan Muslim Indonesia

<
>

BANDAR LAMPUNG – “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

”Surat Al Isra ayat 1 di atas betapa menggambarkan kalau Masjidil Aqsa sama derajatnya dan sama sucinya dengan Masjidil Haram. Bahkan, Masjidil Aqsa merupakan tempat suci ketiga setelah Masjidl Haram dan Masjid Nabawi. Namun,  saat ini, jika di Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi umat Islam tanpa halangan menjalani ibadahnya.

“Dan umat Islam di kedua tempat suci itu tenang menjalani kehidupannya, tidak seperti di Masjidil Aqsa. Jangankan hidup tenang, sekedar menjalankan ibadah salat saja saat ini tidak bisa,” kata Syech Yahya Alnajjar dari Palestina dalam Tausiah dan Kisah Al Aqsa, di Masjid Baitul Ilmi kampus Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Senin (4/6/2018).

Menurut mahasiswa pascasarjana itu, apa yang dialami warga Muslim di sekitar Masjidl Aqsa sangat memprihatinkan. Tentara zionis Israel dengan persenjataan lengkap selalu menghalangi umat Muslim Palestina untuk masuk ke masjid itu. Tak jarang, para syuhada meregang nyawa saat akan menjalani ibadah salat.

“Bukan saja tentara zionis Israel, sipil Israel, baik laki-laki maupun perempuan bahkan sampai ikut menghalangi umat Muslim Palestina beribadah. Tak jarang masyarakat sipil Israel dan tentara zionis memaksa Muslim perempuan Palestina membuka hijab yang dikenakan,” kata dia.

Bahkan, Syech Yahya Alnajjar juga menceritakan kondisi pilu yang dialami warga Palestina di Jalur Gaza. Jika pada tahun 1948, umat Muslim Palestina masih mengusai sebagian besar tanah kelahirannya, saat  ini, warga Muslim Palestina hidup terpencar, bahkan banyak yang tidak memiliki tempat tinggal karena rumah tinggal mereka dihancurkan zionis Israel.

“Bahkan, untuk melumpuhkan perjuangan Muslim Palestina, 95 persen air tidak bisa digunakan untuk diminum karena tercemar racun. Bahkan, lebih dari 300.000 anak-anak mengalami kekurangan nutrisi. Tidak seperti yang dirasakan rakyat Indonesia dan warga Lampung yang masih bisa hidup tenang, aman, dan nyaman,” kata dia.

Dalam tausiah yang dihadiri Rektor IIB Darmajaya Ir Hi. Firmansyah Y Alfian, MBA., M.Sc., diputar beberapa video yang menyesakan dada umat Muslim dunia. Terlihat kekejaman bangsa Yahudi yang menembaki orang-orang yang berada di Masjidil Aqsa. “Terbaru, penembakan seorang tenaga medis Razan Al Najjar. Dia tewas saat menolong warga sipil Palestina yang diserang tentara Israel. Peluru meremukan dadanya,” kata Syech Yahya Alnajjar.

Syech Yahya Alnajjar mengucapkan banyak terima kasih kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung yang telah memfasilitasi dirinya berdakwah di Masjid Baitul Ilmi IIB Darmajaya. Dia juga meminta keikhlasan semua jemaah yang hadir untuk memberikan zakat dan bantuan guna membantu Muslim Palestina.

“Doa sangat penting, tapi kami juga membutuhkan hal lain selain doa dari bapak-bapak sekalian. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor IIB Darmajaya, mahasiswa, sivitas akademika, dan seluruh jemaah. Saya informasikan juga bantuan 2.000 ton beras dari masyarakat Indonesia sudah tiba di Jalur Gaza dan siap didistribusikan kepada saudara-saudara kami yang membutuhkan,” kata dia. (**)