Young Founder and Business Talk, Pengetahuan Ini Diperlukan dalam Bisnis Digital

Young Founder and Business Talk, Pengetahuan Ini Diperlukan dalam Bisnis Digital

21 20
<
>

BANDARLAMPUNG – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelatihan dan Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) menggelar webinar dengan topik Young Founder and Business Talk Rabu, (17/6/20).

Dua pembicara dihadirkan yakni Ahmad Taufiq selaku Owner Master Geprek Express, Owner Santri Frozenfood, dan Founder Pasarsegardumai.com dan juga Dosen IIB Darmajaya, Sabam Parjuangan, S.T., M.Kom.

Ahmad Taufiq mengatakan semua pengusaha dan entrepreneur sukses awalnya merasakan kesulitan dalam membangun usahanya. “Dibutuhkan 4 persen wirausaha untuk menjadi negara maju dan mengangkat perekonomian nasional. Indonesia baru 2 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, krisis ekonomi tahun 1998 hanya sektor UKM (usaha kecil menengah) yang mampu untuk bertahan. ”Sektor UKM penggerak roda perekonomian dan 9 dari 10 pintu rezeki adalah berdagang,” tuturnya.

Peran UKM dalam perekonomian bangsa sangat besar. “Mengapa banyak orang yang alergi dengan entrepreneur. Karena gengsi, malu pendidikan tinggi jualan/berdagang, gak punya pengalaman, merasa tidak punya bakat, merasa tidak punya modal, takut gagal dan takut resiko,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha UMKM Kota Dumai.

Owner Mulia Rentcar ini juga menuturkan bahwa setiap orang harus memiliki impian. “Hidup tanpa impian bagai berlayar tanpa pelabuhan. Seperti kapal kalau tidak ada tempat bersandar jadi terombang-ambing di lautan. Hal yang sama juga dengan berwirausaha harus memiliki goals,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sabam Parjuangan menerangkan digital business merupakan konsep dalam proses bisnis yang mengadopsi teknologi informasi secara menyeluruh. “Karakteristik bisnis digital meliputi honesty (kejujuran), transparancy (keterbukaan), dan discipline preseverance (tekun dan disiplin),” bebernya.

Sabam –biasa dia disapa – mengatakan peluang bisnis digital pasarnya tak terbatas. “Tidak dibatasi oleh jarak misalnya hanya di Indonesia saja yang melihat produk kita tetapi seluruh dunia. Dalam bisnis digital juga tidak hanya pendapatan yang diperoleh tetapi juga insight dari setiap klik dalam website yang dikunjungi,” tuturnya.

Menurutnya, pengetahuan yang diperlukan oleh individu dalam Era Revolusi Industri 4.0 saat ini social media marketing, content strategy, search engine optimization, customer relationship management, web and app design and development, analytic and reporting. “Skill yang harus dimiliki yang pertama manajemen informasi, komunikasi dan kerjasama, membuat konten digital, bertransaksi aman dan memiliki kemampuan problem solving,” tutupnya.(**)

three × 2 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − fourteen =