IIB Darmajaya Berikan Pelatihan Design Thinking dan Bisnis Plan untuk Puluhan Mahasiswa

IIB Darmajaya Berikan Pelatihan Design Thinking dan Bisnis Plan untuk Puluhan Mahasiswa

<
>

BANDARLAMPUNG – Puluhan Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengikuti Pelatihan Design Thinking dan Bisnis Plan Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Berbasis Teknologi di Gedung Hj. Yoenidar Karim Lantai II Jumat, (9/8/2019).

Materi Design Thinking disampaikan Desi Setianingrum dari Develope Go Go Course dilanjutkan materi Bisnis Plan yang diberikan oleh Yoeyong Rahsel S.Pd., M.Pd selaku dosen IIB Darmajaya.

Ketua Pelaksana, Melda Agarina, S.Kom., M.T.I., mengatakan kegiatan pelatihan design thinking dan bisnis plan merupakan hibah dari PPK Berbasis Teknologi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di IIB Darmajaya diikuti oleh 30 peserta. “Ini juga rangkaian dari kegiatan sebelumnya stalkmotive preneur dan ngoprekin. Peserta sebanyak 30 orang berasal Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” ucapnya.

Dia menerangkan peserta yang mengikuti pelatihan juga telah memiliki 15 ide bisnis yang berasal dari Fakultas Ilmu Komputer dan 5 ide bisnis dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “Setiap ide bisnis terdapat satu orang hingga bisa tiga orang mahasiswa. Ide bisnis yang ada nantinya akan dipilih dan diberikan pendanaan kedepannya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan bahwa hibah PPK Berbasis Teknologi Kemenristekdikti dikerjakan bersama empat dosen lainnya yakni Hendra Kurniawan, S.Kom., M.T.I, Susanti S.E., M.M., Yusminar, S.E.,M.M dan M.Ariza Eka Y, S.P., M.M. ”Bagaimana mendapatkan inovasi-inovasi baru. Karena hari ini kegiatan dengan waktu terbatas jadi bisa menghasilkan sesuatu yang out of the box,” ucapnya.

Aga –biasa dia disapa – berharap terdapat startup baru dari kegiatan yang telah dilaksanakan beberapa kali ini. “Diharapkan dapat memunculkan startup-startup baru dari pelatihan yang selama ini dilakukan,” tuturnya.

Desi Setianingrum dalam menyampaikan materi design thinking dengan membuka pola pikir mahasiswa untuk memberikan sebuah solusi dalam mencapai sebuah tujuan. “Membuat suatu usaha dengan melakukan survei kepada khalayak. Ini sebagai langkah awal agar produk ataupun layanan bisa diterima langsung customer,” ujarnya.

Yoyoeng Rahsel menuturkan membuat proposal bisnis dengan menentukan nama perusahaan hingga manfaat produk yang ditawarkan. “Apa perusahaan, produk, manfaat bagi orang, dan keunikannya. Karena startup juga semua seperti itu,” ungkapnya.

Yoeyong juga meminta semua peserta untuk membacakan perusahaan, produk, manfaat, dan keunikan dari ide bisnisnya. Peserta juga membacakan visi misi dari ide bisnis yang akan dijalankan.

Terpisah, Wakil Rektor III IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mendukung kegiatan pelatihan yang memiliki manfaat terutama menjadikan mahasiswa sebagai entrepreneur. “Kampus sangat mendukung lahirnya entrepreneur dan technopreneur muda sebagai sumbangsih dalam membangun bangsa,” ungkapnya.

Pelatihan design thinking dan bisnis plan, lanjut dia, diharapkan juga bisa melahirkan sebuah ide bisnis dan produk yang bermanfaat. “Dunia digital membuat perubahan sangat cepat dengan banyaknya lahir startup. Mahasiswa Darmajaya juga diharapkan bisa menelurkan startup-startup baru,” pungkasnya.

15 − twelve =

*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =