IIB Darmajaya Gelar Kuliah Umum Peluang Investasi untuk Generasi Milenial

IIB Darmajaya Gelar Kuliah Umum Peluang Investasi untuk Generasi Milenial

66
<
>

BANDAR LAMPUNG – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Kuliah Umum Peluang Investasi untuk Generasi Milenial dengan narasumber Priority Banking Manager Bank BRI Kantor Cabang Tanjung Karang Afif Karamatur Rahman Jumat, (20/11/20).

Kuliah umum dengan peserta mahasiswa Program Studi Akuntansi IIB Darmajaya ini dimoderatori Dosen Prodi Akuntansi Ulfah Tika Saputri, S.E., M.Sc. melalui platform zoom meeting. Kuliah yang berjalan selama dua jam tersebut juga berlangsung dengan antusiasme peserta untuk bertanya.

Afif Karamatur Rahman mengatakan terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum memulai berinvestasi. “Pertama kita harus mengecek pengeluaran pribadi jumlahnya 50 persen dari pendapatan. Kemudian hutang yang kita miliki minimal 30 persen,” ungkapnya.

Untuk yang belum berkeluarga ataupun mahasiswa, lanjut dia, pendapatan diperoleh dari orang tua ketika memberikan kiriman. “Jadi harus dihitung dahulu. Asuransi jiwa juga harus dimiliki dari sekarang sebelum memulai investasi dengan minimal pengeluaran diatas 50 kali gaji per bulan,” bebernya.

Afif –biasa dia disapa – menerangkan yang paling penting juga memiliki emergency fund (dana darurat). “Dana darurat ini merupakan dana cadangan yang digunakan ketika di luar dari perencanaan yang telah dibuat. Misalkan ketika kita sakit tetapi tidak tercover oleh asuransi semua maka dana ini dapat digunakan,” tuturnya.

Menurutnya, emergency fund ini besarannya sebanyak tiga kali gaji bagi yang belum menikah. “Untuk yang sudah berkeluarga sebanyak enam kali gaji. Sehingga bisa menyisihkan dana untuk investasi,” ujarnya.

Afif juga menjelaskan pengelompokkan investasi berdasarkan usia. “Usia kurang dari 30 tahun memilih investasi yang resiko besar dan untuk juga besar atau high risk high return seperti reksadana, saham, dan forex. Untuk usia 30-40 tahun dapat memilih instrumen moderate high risk medium return seperti reksadana, obligasi dan deposito,” paparnya.

Usia 40 tahun keatas, kata Afif, pilihannya instrumen yang medium risk low return. “Untuk milenial yang belum memiliki penghasilan juga dapat berinvestasi pada reksadana dengan risikonya kecil karena nanti terdapat manager keuangan yang menjalankannya,” kata dia saat menjawab pertanyaan salah satu mahasiswi.

Afif menyarankan untuk generasi milenial yang akan berinvestasi juga harus mengetahui dirinya terlebih dahulu. “Memulai investasi kita tahu karakter diri kita sendiri. Tujuan investasi kita dan melakukan diversifikasi dalam investasi,” terangnya.

Awal mula, lanjut Afif, jangan menjadi trader bila ingin berinvestasi di saham tetapi menjadi investor. “Untuk memilih saham juga dengan yang sehari-hari kita pergunakan produknya,” ucap dia ketika kembali menjawab pertanyaan mahasiswa.

Sementara, Ketua Prodi Akuntansi IIB Darmajaya, Anik Irawati, S.E., M.Sc., mengatakan kuliah umum ini juga bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan menghadirkan praktisi selaku pengajar. “Karena ilmu yang didapatkan juga berbeda karena pembicara merupakan praktisi yang kompetensi di bidangnya,” ungkapnya.

Dengan mendapatkan pembelajaran dari praktisi, lanjut dia, wawasannya menjadi bertambah. “Pembelajaran ini juga menjadikan mahasiswa dapat lebih kritis atas perencanaan keuangannya ke depan,” tutupnya. (*)

14 − 5 =

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 2 =