Mahasiswa Asal Rwanda : Semua Bisa Kamu Dapatkan di Darmajaya

Mahasiswa Asal Rwanda : Semua Bisa Kamu Dapatkan di Darmajaya

<
>

BANDARLAMPUNG –Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya semakin diminati mahasiswa asing menjadi tempat kuliah hingga membuat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2dikti) wilayah II bangga.

Apa yang membuat mahasiswa asing meminati kuliah di kampus biru – sebutan IIB Darmajaya – yang berada di Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Berikut penuturan mahasiswa asing asal Rwanda, Obed Nahayo usai menjalani studi selama sebulan di IIB Darmajaya dalam program International Internship Scholarships (IIS).

Pria yang kini tengah menempuh pascasarjana di Universitas Airlangga, Surabaya ini mengaku sangat senang berada di Provinsi Lampung. “Pertama kali saya tiba merasa asing, karena baru tetapi setelah beberapa jam atau hari, saya merasa dapat keluarga kedua di sini (Darmajaya),” ungkapnya.

Obed juga berbagi ilmu dengan mengajar dalam kelas strata satu (S1) manajemen. “Disitu saya belajar banyak tentang SDM dan mereka sangat suka kehadiran saya dan mereka juga suka dengan apa yang saya sampaikan dalam pengajaran,” ujarnya.

Program IIS, lanjut Obed, membuat dirinya bertambah wawasannya. “Mereka (sivitas akademika IIB Darmajaya) membuat wawasan saya lebih luas dari sebelumnya, karena saya pernah di program Internship ini. Membuat saya tertantang dan saya suka tantangan. Itu membuat saya bisa lebih kreatif. Ketika kamu tidak mempunyai tantangan kamu tidak bisa kreatif dan inovatif. Jadi ketika saya di kelas, saya selalu tanya ke mereka (mahasiswa), mungkin kemampuan saya berbeda dibandingkan mereka, maka kami berbagi,” jelasnya.

IIB Darmajaya membuat Obed mengetahui banyak hal di Provinsi Lampung diantaranya keindahan Pulau Pahawang. “Banyak aktivitas lain seperti petualangan ke Pulau Pahawang yang saya tidak pernah tahu sebelumnya.
Ternyata disana pulaunya sangat indah dan mengasyikan. Banyak kenangan dengan pantai, menikmati keadaan Pulau Pahawang. Begitu juga saya tertarik dengan pengalaman snorkeling bersama dengan teman-teman. Bermain dengan ikan, memberi makan ikan, itu hal pertama kali yang saya lakukan di Pulau Pahawang,” ceritanya.

Tak hanya berinteraksi dengan mahasiswa/i dalam kelas, Obed juga bertukar pengalaman dengan mahasiswa program student mobility asal Indonesia dan luar. “Saya mengobrol dengan mahasiswa untuk berpartisipasi pada program student mobility (SM). Program itu sangat bagus untuk mahasiswa bahkan untuk universitas,” kata dia.

Ketika seseorang bergabung dengan universitas lain mereka tidak memperoleh program yang ada di IIB Darmajaya. Tentang lingkungan, tentang sistem pembelajaran, tentang kemampuan yang baru. “Ketika mereka kembali, mereka akan menerapkan apa yang sudah mereka dapatkan di kampus yang lain. Jadi program SM sangat lah penting tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga universitas dan negara,” tuturnya.

Obed mengucapkan terima kasih dapat merasakan program IIS di IIB Darmajaya. “Sebenarnya saya tidak bisa memberitahu semua, IIB Darmajaya adalah kampus yang luar biasa kalau kamu mau belajar atau mau segala sesuatunya kamu bisa dapatkan di IIB Darmajaya. Saya bisa berbicara karena saya bahagia di sini. Namun ketika saya kembali ke Surabaya saya akan sedih karena harus meninggalkan keluarga kedua saya. Jadi saya harap bisa segera kembali lagi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2dikti) wilayah II bangga atas banyaknya mahasiswa asing yang berkuliah di IIB Darmajaya. Hal ini disampaikan langsung Ketua L2dikti Prof. Slamet Widodo dalam sambutan wisuda XXVIII IIB Darmajaya di Gedung Bagasraya, Rabu, 6 November 2019.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 9 mahasiswa asing yang berkuliah di kampus biru. Tiga mahasiswa berasal dari Thailand, empat mahasiswa berasal dari Malaysia, satu mahasiswa asal Kenya dan satu mahasiswa asal Rusia. (**)

8 + 19 =

*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 5 =